Selasa, 22 Januari 2013

Budidaya Tanaman Pare / Paria Hibrida



A. PERSIAPAN

1. Persiapan lahan.
 
Pembuatan guludan :
 
Dilakukan dengan cara menggemburkan tanah dan di campur dengan kompos atau pupuk dasar lainya,setelah tercampur tanah di tumpuk memenjang membentuk bedengan/guludan dengan ukuran :
Tinggi                                 : 40-50 cm
Lebar                   : 70-100 cm
Panjang             : sesuai ukuran



Pembuatan lubang tanam :
 
Ada dua cara pembuatan lubang tanam, yaitu :
a) Lubang tanam sejajar.
Yaitu lubang tanam dibuat sejajar lurus tepat di tengah guludan,dan jarak lubang tanam 40-60 cm.
b) Lubang tanam dua jajar.
Lubang tanam di buat dua jajar di tiap-tiap pinggir guludan degan jarak lubang tanam sama seperti yang satu jajar(40-60cm).cara tanam seperti ini memungkinkan untuk pemasangan ajir seperti gawang(di jelaskan di bawah)

2. Persiapan benih
 
Gunakanlah selalu benih unggul berkualitas baik untuk memperoleh hasil maksimal.
Benih terlebih dahulu dipecah dengan menggunakan potongan kuku pada kulit luarnya pada bagian pangkal benih agar benih lebih cepat berkecambah. Setelah itu benih direndam dalam larutan fungisida Saromil (0,5 g/l)selama 10 menit. Kemudian benih disebar merata pada kertas merang/handuk, kemudian setelah 2-3 hari benih akan keluar radikula.

B. PENANAMAN

Ada tiga cara penanaman yaitu :
Cara pertama :
Yaitu benih di masukan langsung ke lubang tanam dan ditutup abu jerami.

Cara ke dua :
Yaitu benih direndam terlebih dahulu dalam air bersih selama 10-12 jam, setelah di angkat kemudian bibit di peram (di bungkus dengan handuk basah) hingga mentik (keluar akar pertama), setelah mentik barulah bibit dimasukan ke lubang tanam dengan posisi akar di bawah dan di tutup abu jerami.

Cara ke tiga :
Yaitu setelah bibit direndam, di peram dan mentik (seperti cara ke dua) bibit tidak langsung di masukan ke lubang tanam melainkan di tanam terlebih dahulu didalam media pelastik ukuran 6×10 yang telah di isi tanah di campur kompos,setelah bibit tumbuh dan berdaun dua (usia 8-12 hari) barulah benih di pindahkan ke lubang tanam.
Penanaman dilakukan pada umur 8-10 hss (hari setelah semai) dengan keluarnya 2 daun sempurna. Waktu penanaman pada saat sore hari karna untuk mencegah layunya bibit yang akan ditanam.
Catatan : cara ketiga lebih populer dikalangan petani karena lebih aman dan menghasilkan tanaman yang seragam/serempak.

C. PERAWATAN

1. Penyiraman.
Dilakukan apabila kondisi tanah guludan kering, biasanya di lakukan pada pagi atau sore hari.

2. Penyulaman.
Adalah proses penggatian tanaman yang mati dengan tanaman baru, dilakukan secepat mungkin untuk menjaga keseregaman.

3 Penyiangan.
Adalah proses pembersihan guludan dari gulma/rumput pengganggu, terutama pada guludan yang tidak ditutup likat (sejenis pelastik penutup guludan).

4 Pemasangan ajir.
Ada dua cara pemasangan ajir untuk budidaya paria ini, yaitu :
a. Ajir dipasang sepeti biasa dengan cara ditancapkan di tiap pinggir guludan dan di ikat menggunakan tali pelastik.
b. Ajir dipasang seperti gawang dengan cara ditancapkan di tiap pinggir guludan, ajir yang sudah tertancap dipinggir guludan kemudian disatukan dengan ajir dari guludan lain mengunakan sebatang ajir lagi sebagai penghubungnya hingga menyerupai gawang.
c. Setelah penanaman dilakukkan pemeliharaan tanaman dengan cara pemasangan para-para berupa lanjaran/bambu + net /jala dari tamper plastik/nilon atau dengan para-para bambu + net saja. Pada saat tanaman berumur 10-20 hst (hari setelah tanam) dilakukan pengikatan pada tanaman setelah itu dilakukan pewiwilan terhadap tunas samping yang muncul diketiak daun pada ruas 1 s/d 5.

5 Pemupukan
a. Pertama dilakukan pada umur 15-20 hari setelah tanam/pemindahan menggunakan NPK 16-16-16 dengan takaran 40-50 kg/Ha pemupukan dilakukan dengan cara di kucur.
b. Pemupukan kedua dilakukan 8-10 hari setelah pemupukan pertama, menggunakan NPK 16-16-16, dengan takaran 50-100 kg/Ha pemupukan dilakukun dengan cara di kucur
c. Pemupukan dilanjutkan setiap 8-10 hari dengan takaran sama seperti pemupukan ke dua, pemupukan dilakukan dengan cara di kucur atau bisa juga di tabur di sekitar lubang tanam.
d. Kemudian dilakukan pemupukan susulan, jarak pemupukan 10 cm dari tanaman dengan interval, pemupukan pada umur 15 hst dengan dosis NPK 5-10 g/tanaman, pada umur 35 hst NPK 5-10 g/tanaman. Pada umur 55 hst 5-10 g/tanaman. Pada fase vegetatif disemprot pupuk daun dengan kandungan N tinggi (Mamigro super N). Pada fase generatif disemprot pupuk daun kandungan P tinggi/(Mamigro NPK Spesial). Untuk memacu munculnya buah dapat menggunakan ZPT dengan bahan aktif etilen Bigest.

6. Pengamatan hama penyakit
Adalah proses pengamatan tanaman dari hama penyakit yang kemungkinan menyerang, proses ini dilakukan dengan rutin dan teliti, apabila ditemukan adanya serangan hama segera lakukanlah pengendalian.

7. Pengendalian hama penyakit
Adalah proses penumpasan hama yang menyerang tanaman, baik itu serangga/ulat, jamur, bakteri, maupun hama lain seperti tikus, penggendalian hama dapat dilakukan dengan cara penyemprotan pestisida, pengasapan, pengemposan dan sebaginya.

D. PEMENENAN

Pemanenan pertama bisa dilakukan pada umur 40-50 hari setelah tanam (tegantung varietas pare / paria yang di tanam), dan seterusnya panen dapat dilakukan setiap 2-4 hari sekali. Untuk ukuran buah yang di panen dan cara packingnya disesuaikan saja dengan permintaan pasar.
Demikian sekilas tantang tatacara budidaya paria hibrida, mohon di tambahkan bila ada kekurangan, semoga bermanfaat.

Sumber : diambil dari berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar